Jumat, 26 Desember 2014

9 Virus Paling Mematikan Di Dunia


Warna Unyu ~ Saat ini sangat banyak berita tentang
virus Ebola Zaire diberitakan di berbagai median dunia.
Virus ini membunuh hingga 90 persen orang yang
terinfeksi dan menjadikannya keluarga Ebola yang sulit
dimusnahkan.
Ebola memang mematikan, namun sebenarnya di luar
sana masih banyak virus lain yang bahkan lebih
berbahaya. Simak penjelasan Elke Muhlberger , pakar
virus ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas
Boston.
Berikut adalah 9 virus berbahaya di bumi berdasarkan
risiko seseorang meninggal dunia jika terinfeksi dan
banyaknya angka kematian dan orang yang terancam
oleh virus ini, dikutip dari warta kota .

1. Virus Marburg
Virus Marburg mirip dengan ebola yang keduanya dapat
menyebabkan demam tinggi dan perdarahan. Ini berarti
orang yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan
pendarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan
shock, kegagalan organ dan kematian.
Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada tahun
1967, ketika wabah kecil terjadi di kalangan pekerja
laboratorium di Jerman yang melakukan kontak dengan
monyet impor dari Uganda.
Angka kematian saat wabah pertama adalah 25 persen,
tapi angkanya naik 80 persen pada wabah tahun
1998-2000 di Republik Demokratik Kongo, serta pada
tahun 2005 wabah menimpa di Angola, menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

2. Virus Ebola
Salah satu virus, Ebola Reston, tidak membuat orang
sakit. Tapi untuk virus Bundibugyo, tingkat kematian
hingga 50 persen dan meningkat hingga 71 persen untuk
virus Sudan, menurut WHO.
Wabah ebola pertama pada manusia terjadi bersamaan
di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun
1976. Ebola menular melalui kontak dengan darah,
cairan tubuh, atau jaringan dari orang atau hewan yang
terinfeksi ebola

3. Rabies
Meskipun vaksin rabies untuk hewan peliharaan yang
diperkenalkan pada tahun 1920 telah membuat infeksi ini
jarang terjadi di negara maju, tapi rabies masih jadi
masalah serius di negara berkembang, termasuk
Indonesia.

4. HIV
Di dalam dunia yang modern, HIV masih jadi salah satu
pembunuh terbesar. Diperkirakan 36 juta orang telah
meninggal akibat HIV sejak penyakit ini pertama kali
dikenal pada awal 1980-an
Obat antivirus yang kuat telah memungkinkan bagi orang
untuk hidup selama bertahun-tahun dengan HIV. Tetapi
penyakit ini masih jadi pembunuh di negara
berpenghasilan rendah dan menengah, di mana infeksi
HIV terjadi sebesar 95 persen. Hampir 1 dari setiap 20
orang dewasa di bagian Sahara Afrika mengidap HIV-
positif, menurut WHO.

5. Cacar
Pada tahun 1980, Majelis Kesehatan Dunia menyatakan
dunia telah terbebas dari cacar. Tapi sebelum itu,
manusia berjuang melawan cacar selama ribuan tahun
dan penyakit ini menewaskan sekitar 1 dari 3 orang yang
terinfeksi. Korban yang masih bisa bertahan dengan
korban yang selamat mengalami luka permanen dan
biasanya kebutaan.

6. Hanta Virus
Virus ini tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain,
tapi orang terjangkit penyakit itu dari paparan kotoran
tikus yang terinfeksi. Sebelumnya, hantavirus yang
berbeda menyebabkan wabah di awal 1950-an, selama
Perang Korea. Lebih dari 3.000 tentara terinfeksi dan
sekitar 12 persen dari mereka meninggal.
Sindrom Hantavirus Pulmonalis (HPS) mendapat
perhatian luas di Amerika Serikat pada tahun 1993,
ketika seorang yang awalnya sehat yaitu pemuda Navajo
dan tunangannya tinggal di daerah Four Corners Amerika
Serikat, meninggal dalam beberapa hari saat mengalami
sesak napas.

7. Influenza
Pandemi flu yang paling mematikan, kadang-kadang
disebut flu Spanyol, dimulai pada tahun 1918 dan
menyebabkan kesakitan pada 40 persen dari populasi
dunia serta menewaskan sekitar 50 juta orang. Para ahli
kini mencemaskan kemunculan virus influensa baru
yang bisa menular dengan cepat antar manausia.
Menurut WHO, selama musim flu sekitar 500.000 orang
di seluruh dunia meninggal akibat penyakit tersebut. Tapi
kadang-kadang, ketika virus flu baru muncul akan
terjadi pandemi dan jumlah kematiannya lebih tinggi
lagi.

8. Demam Berdarah
Menurut WHO, demam berdarah diderita 50 sampai 100
juta orang pertahun. Meskipun tingkat kematian demam
berdarah lebih rendah dari beberapa virus lain, sebesar
2,5 persen, virus ini dapat menyebabkan kondisi syok,
sama seperti yang dialami pasien ebola.
Virus demam berdarah pertama kali muncul pada tahun
1950 di Filipina dan Thailand, dan sejak itu menyebar ke
seluruh daerah tropis dan subtropis seluruh dunia.
Sekitar 40 persen dari populasi dunia sekarang tinggal di
daerah di mana demam berdarah adalah endemik, dan
penyakit yang dibawa oleh nyamuk itu kemungkinan
menyebar lebih jauh.
Belum ada vaksin untuk mencegah demam berdarah,
tetapi uji klinis besar vaksin eksperimental yang
dikembangkan oleh pembuat obat Perancis, Sanofi
memiliki hasil yang menjanjikan.

9. Rotavirus
Dua vaksin telah tersedia untuk melindungi anak dari
rotavirus, penyebab utama penyakit diare yang parah
pada bayi dan anak-anak. Virus ini menyebar secara
fecal-oral, yang berarti ada partikel dari feses yang
masuk ke dalam makanan dan termakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar